2.3.a.8 – KONEKSI ANTAR MATERI – MODUL 2.3

Oct 10, 2022

 

TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS

CGP menyimpulkan dan menjelaskan keterkaitan materi yang diperoleh dan membuat refleksi berdasarkan pemahaman yang dibangun selama modul 2.3 dalam berbagai media


MATERI MODUL 2.3 : 

DEFINISI COACHING

Kemitraan dengan individu dalam suatu proses kreatif, dengan tujuan memaksimalkan potensi pribadi dan profesionalnya


PROSES COACHING

Proses menghantarkan seseorang dari tempat dia berada saat ini ke tempat lain yang menjadi tujuannya


PARADIGMA BERPIKIR COACHING

1. Fokus Pada Pembelajar

2. Bersikap Terbuka dan Ingin Tahu

3. Memiliki Kesadaran Diri Yang Kuat

4. Mampu Melihat Peluang Baru dan Berpikir Ke depan


KOMPETENSI INTI COACHING

BERSIKAP TERBUKA

1. Coach memiliki pikiran yang terbuka terhadap pemikiran coachee

2. Ditandai minimnya pelabelan/ Analisa baik/buruk atau benar/salah pemikiran tersebut

3. Ditandai dengan kemampuan menerima pemikiran dengan tenang dan tidak menajdi emosional

PRESENCE/KEHADIRAN PENUH

1. Kemampuan hadir bagi coachee

2. Badan-pikiran-hati selaras saat sedang melakukan percakapan dengan coachee

3. Membantu munculnya mindset dan kompetensi yang lain

4. Bersikap sabar, terbuka dan ingin tahu lebih banyak


MENGAJUKAN PERTANYAAN BERBOBOT

1. Bentuk pertanyaan terbuka : apa, bagaimana, seberapa

2. Tidak menggunakan perttanyaan tertutut : apakah, sudahkan, apa sudah, atau pertanyaan yangdijawab dengan ya/tidak


PRINSIP COACHING

KEMITRAAN 

Dalam coaching, posisi coach terhadap coachee adalah mitra. Itu berarti setara, tidak ada yang lebih tinggi maupun lebih rendah.


PROSES KREATIF

Proses kreatif ini dilakukan melalui percakapan, yang dua arah, memicu proses berpikir coachee, memetakan dan menggali situasi coachee untuk menghasilkan ide-ide  baru.


MEMAKSIMALKAN POTENSI

Untuk memaksimalkan potensi dan sumber daya rekan sejawat, percakapan perlu diakhiri dengan suatu rencana tindak lanjut yang diputuskan oleh rekan yang dikembangkan.


COACHING DALAM KONTEKS PENDIDIKAN

FILOSOFI KHD

Proses coaching sebagai komunikasi pembelajaran antara guru dan murid, murid diberikan ruang kebebasan untuk menemukan kekuatan dirinya. Peran pendidik sebagai “pamong” dalam memberi  tuntunan dan memberdayakan potensi yang ada agar murid tidak kehilangan arah dan menemukan kekuatan dirinya tanpa membahayakan dirinya


SISTEM AMONG

Ing ngarso sung tulodho, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani, menjadi semangat yang menguatkan keterampilan komunikasi guru dan murid dengan menggunakan pendekatan coaching.


PERCAKAPAN BERBASIS COACHING DENGAN ALUR TIRTA

TUJUAN : Coach perlu mengetahui apa tujuan yang hendak dicapai coachee saat sesi coaching

IDENTIFIKASI : Proses menggali semua hal yang terjadipada coachee

RENCANA AKSI : Coach membantu coachee dalam memilih hasil pemikiran selama sesi coaching, yang nantinya akan menjadi sebuah rancangan aksi

TANGGUNGJAWAB : Komitmen coachee dalam membuat aksi dan menjalannya


SUPERVISI AKADEMIK DENGAN PARADIGMA BERPIKIR COACHING

Supervisi Akadrmik dimaknai secara positif sebagai kegiatan berkelanjutan yang meningkatkan kompetensi guru sebagai Pemimpin Pembelajaran dalam mencapai tujuan pembelajaran yakni Pembelajaran yang berpihak pada anak

Prinsik Supervisi Akademik dengan berpikir coaching meliputi : Kemitraan, Konstruktif, Terencanam Reflektif, Objektif, Berkesinambungan dan Komprehensif.

Siklus Supervisi pada umumnya meliputi 3 tahap yaitu : Pra-Observasi, Observasi dan Pasca-Observasi

Pengalaman Reflektif Terkait Pengalaman Belajar

1. Emosi yang dirasakan

~  Menjadi tantangan untuk memperbanyak praktik coaching dengan teman guru sejawad 

    dan siswa

~ Menjadikan diri untuk selalu belajar dan belajar, khususnya berkaitan dengan coaching untuk supervisi akademik


2. Yang sudah baik dan perlu diperbaiki

~  Mendapatkan pemahaman tentang materi coaching 

~  Lebih menambah jam terbang untuk melakukan Latihan coaching, agar bisa menjadi coach yang baik khususnya dalam hal mengajukan pertanyaan yang berbobot serta di proses presence 


3. Implikasi terhadap kompetensi diri

~  Menambah wawasan ilmu pengetahuan khususnya dalam mengoptimalkan kekuatan diri sebagai seorang pendidik untuk memberikan pelayanan kepada siswa 


ANALISIS TERKAIT TOPIK MODUL 2.3

1.  BAGAIMANA PENERAPAN COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK?

Melalui Supervisi Akademik, kegiatan coaching yang dilakukan dapat meningkatkan performa seorang guru dalam mengajar ataupun dalam memberikan pelayanan kepada siswa. Coaching dibutuhkan sebagai peningkatan motivasi atau komitmen seorang guru, sehingga kualitas pembelajaran menigkat seiring meningkatnya motivasi kerja para guru

2. COACHING SEBAGAI KOMPETENSI MEMBANGUN KEMITRAAN

Kemitraan dalam menjalani proses coaching dapat terbangun dan membuka peluang akselerasi kesadaran yang mendorong Tindakan aksi manakala dilandasi kepercayaan coachee kepada coach. Dalam prosesnya, kita juga tidak perlu memandang kesenjangan jabatan karena dalam supervisi akademik, terjadi proses kolaboratif antara supervisor dan guru 


ANALISIS TERKAIT TOPIK MODUL 2.3

1. APA TANTANGAN IMPLEMENTASI COACHING DISEKOLAH?

Seringkali supervisi akademik dilihat sebagai sebuah proses yang bersifat satu arah. Apalagi jika supervisi akademik ini hanya satu kali menjelang akhir tahun pelajaran. Supervisi menjadi sebuah tagihan atau kewajiban para pemimpin sekolah dalam tanggungjwabnya mengevaluasi para tenaga pendidiknya. 

2. BAGAIMANA ALTERNATIF SOLUSI UNTUK TANTANGAN YANGA ADA?

Pada proses coaching seorang coach lebih menekankan menjadi seorang pendengar aktif dengan sedikit mendominasi pembicaraan. Seorang coach hanya melontarkan beberapa pertanyaan yang merangsang ide melalui jawaban dari seorang coachee. Dibutuhkan sebuah ketrampilan berkomunikasi yang lebih untuk melakukan coaching sebab dalam coaching lebih menekankan temuan komitmen untuk menyelesaikan masalah sehingga pada masa depan lebih menjadi baik


REFLEKSI

MODUL 2.3 COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK

2.1 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

       Dalam pembelajaran berdiferensiasi diadakan pemetaan dengan 3 cara yaitu :

1. minat siswa

2. kebutuhan belajar siswa 

3. profil belajar siswa

Pemetaan ini digunakan seorang coachee sebagai data dalam proses coaching, sehingga murid mampu mengoptimalkan potensi yang ada pada dirinya untuk menemukan solusi terbaik 

2.2 PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL

      Ada beberapa hal yang harus dipahami dalam Kompetensi Sosial dan Emosi, yaitu :

1. Kesadaran diri

2. Pengelolaan diri

3. Keterampilan berelasi

4. Pengambil keputusan yang bertanggungjawab.

KSE digunakan seorang pendidik sebagai coach dalam proses coaching terhadap coachee, agar terjadi pengendalian diri dan emosi untuk coach dan coachee serta menimbulkan rasa empayi dan rasa sosial dalam pengambilan keputusan

2.3 PERAN GURU SEBAGAI SEORANG COACH DI SEKOLAH DAN KETERKAITANNYA DENGAN MATERI SEBELUMNYA DI PAKET MODUL 2 YAITU PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DAN PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL

Di dalam kompetensi coaching dan TIRTA sebagai alur percakapan coaching, mewajibkan kita sebagai coach untuk melakukan kehadiran penuh salah satunya dengan kegiatan STOP dan mindfull listening yang telah kita pelajari di modul ini.

Salah satu prinsip coaching adalah memaksimalkan potensi dan memberdayakan rekan sejawat. Percakapan perlu diakhiri dengan suatu rencana tindak lanjut yang diputuskan oleh rekan, yang paling besar kemungkinan keberhasilannya, karena potensi coachee beragam maka ketrampilan sosial emosional diperlukan untuk memaksimalkan potensi coachee




TUGAS 2.2.a.8. KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.2

Sep 21, 2022

Pembelajaran Sosial dan Emosional ADALAH

Pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah. Proses kolaborasi ini memungkinkan anak dan pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional

 

Kesadaran penuh Mindfulness, yaitu kesadaran  yang muncul ketika seseorang memberikan perhatian secara sengaja pada kondisi saat sekarang dilandasi rasa ingin tahu (tanpa menghakimi) dan kebaikan

 

5 Kompetensi Sosial dan Emosional :

Kesadaran diri

Manajemen diri

Kesadaran sosial

Keterampilan berelasi

Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab

 

Kesadaran diri,

Kemampuan untuk memahami perasaan, emosi, dan nilai-nilai diri sendiri, dan bagaimana pengaruhnya pada perilaku diri dalam berbagai situasi dan konteks kehidupan

 

Manajemen diri,

Kemampuan untuk mengelola emosi, pikiran, dan perilaku diri secara efektif dalam berbagai situasi dan untuk mencapai tujuan dan aspirasi.

 

Kesadaran sosial

Kemampuan untuk memahami sudut pandang dan dapat berempati dengan orang lain termasuk mereka yang berasal dari latar belakang, budaya, dan konteks yang berbeda-beda.

 

Keterampilan berelasi

Kemampuan untuk membangun dan mempertahankan hubungan-hubungan yang sehat dan suportif

 

Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab

Kemampuan untuk mengambil pilihan-pilihan membangun yang berdasar atas kepedulian, kapasitas dalam mempertimbangkan standar-standar etis dan rasa aman, dan untuk mengevaluasi manfaat dan konsekuensi dari bermacam-macam tindakan dan perilaku untuk kesejahteraan psikologis (well-being) diri sendiri, masyarakat, dan kelompok.

 

RUANG LINGKUP PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL

1.     Rutin (dilakukan diluar waktu belajar akademik

2.     Terintegrasi dalam Mata Pelajaran (diskusi, penugasan,

3.     Protokol (menjadi budaya atau  aturan sekolah)

 

KESIMPULAN  :

PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL dapat dilaksanakan diluar waktu belajar akademik, Terintegrasi dalam Mata Pelajaran sehingga akan tercipta wellbeing ekosistem Pendidikan yang nyaman, sehat, Bahagia, sejalan dengan Filosofi Ki Hadjar Dewantara.

 

KONEKSI ANTAR MATERI

 

KAITAN PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL – FILOSOFI KI HADJAR DEWANTARA

Budaya positif yang dikembangkan diharapkan dapat mendorong pemenuhan  kebutuhan belajar siswa sesuai kodrat yang dimiliki. Hal ini sejalan dengan Filoofi KHD (kodrat alam dan kodrat zaman)

 

 

KAITAN PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL – NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK

Guru dapat mengelola emosi sehingga pembelajaran yang berpusat pada murid dapat berlajan dengan baik, seimbang dan terwujud apa yang ingin dicapai. Guru Penggerak harus bisa menggunakkan segala kekuatan dan potensi yang ada untuk membangun budaya positif sekolah

 

KAITAN PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL –VISI GURU PENGGERAK

Dengan pembelajaran social emosional guru dapat mewujudkan visi yang diharapkan yaitu membentuk karakter siswa yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila

 

KAITAN PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL – BUDAYA POSITIF

Guru Penggerak harus bisa menggunakkan segala kekuatan dan potensi yang ada untuk membangun budaya positif sekolah

 

KAITAN PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL – PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran sosial emosional dengan pendekatan kesadaran penuh (mindfulness) dan Teknik STOP dapat dijadikan metode dan pendekatan yang dapat mewujudkan well-being sehingga terwujudnya profil pelajar pancasila

TUGAS : 2.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 2.2

Sep 19, 2022

 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
GIVING OPINION 


Bagian I. Identitas dan Informasi mengenai Modul / RPP

Mata Pelajaran

Bahasa Inggris

Nama Penyusun

Aan Pujiyono Timorenti, S.Pd

Institusi

SMKS PGRI 1 Ngawi

Tahun

2022 – 2023

Jenjang Sekolah

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

Kompetensi Keahlian

Semua kompetensi keahlian

Kelas

X

Elemen

Menyimak – Berbicara

Capaian Pembelajaran

Pada akhir fase E, peserta didik mampu menggunakan unsur kebahasaan membuat teks berisi ungkapan pendapat dan pikiran menggunakan I think, I suppose, dan In my opinion.

Alokasi Waktu

4 JP

Moda Pembelajaran

Tatap Muka (TM)

A.        Profil Pelajar Pancasila

1.    Kreatif

Mampu menghasilkan banyak gagasan, ide, jawaban

2.    Bernalar Kritis

Mampu mengajukan dan menjawab pertanyaan

3.    Mandiri

Mampu mengerjakan tugas individu yg diberikan

B.        Sarana dan Prasarana

1.    Komputer, HP

2.    Internet

3.    LCD Proyektor/ OHP/ Papan Tulis

C.        Target Peserta Didik

1.    Peserta didik reguler yang aktif berdiskusi dalam kegiatan pembelajaran

2.    Peserta didik dengan hambatan belajar dalam mengikuti kegiatan pembelajaran

3.    Peserta didik cerdas / berbakat istimewa dalam kegiatan pembelajaran

D.        Model Pembelajaran

Discovery Learning

E.         Kompetensi Sosial dan Emosional

KSE-Kesadaran diri : siswa dapat mengidentifikasi emosi-emosi dalam diri sendiri

KSE-Keterampilan berelasi : siswa dapat berkomunikasi secara efektif

KSE-Keterampilan kesadaran social : siswa dapat mempertimbangkan pandangan/pemikiran orang lain


   Bagian II. Kompetensi Inti

A.      A. Tujuan Pembelajaran

1.  Peserta didik mampu mengidentifikasi secara kreatif Unsur Kebahasaan Teks  interaksi  transaksional,  lisan  dan tulis, pendek dan sederhana, yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait pendapat dan pikiran dengan teliti.

2.  Peserta didik mampu menulis Teks interaksi  transaksional,  lisan  dan tulis, pendek dan sederhana, yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait pendapat dan pikiran sesuai kaidah kebahasaan dengan benar


3.   Peserta didik mampu mempresentasikan hasil tulisan interaksi  transaksional,  lisan  dan tulis, pendek dan sederhana, yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait pendapat dan pikiran yang telah dibuat  dengan meggunakan bahasa yang sederhana.

A.       B. Pemahaman Bermakna

1.  Identifikasi dilakukan untuk mengetahui Unsur dan Kebahasaan tulisan interaksi transaksional,  lisan  dan tulis, pendek dan sederhana, yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait pendapat dan pikiran

2.   Menulis Teks tulisan interaksi  transaksional,  lisan  dan tulis, pendek dan sederhana, yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait pendapat dan pikiran untuk mengetahui kreativitas peserta didik.

3.   Mempresentasikan hasil tulisan Teks tulisan interaksi  transaksional,  lisan  dan tulis, pendek dan sederhana, yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait pendapat dan pikiran untuk melatih kemampuan berbicara di depan umum.

 

B.      Pertanyaan Pemantik

1.       Apa yang kamu ketahui tentang Opini atau pendapat?

2.       Kepada siapa saja biasanya kita meminta pendapat atau memberikan pendapat kita?

3.       Hal apa saja yang biasanya kita meminta pendapat dan memberi pendapat?

4.       Unsur apa saja yang kamu temukan dalam memberi dan meminta pendapat?

 

C.      Persiapan Pembelajaran

1.    Guru menyiapkan materi tentang giving opinion, Link youtube : https://www.youtube.com/watch?v=SD0HHFJdwfo

2.    Guru menyusun instrumen asesmen yang di gunakan dalam proses pembelajaran

3.    Guru melakukan diagnosis pembelajaran

4.    Pemetakan pemenuhan kebutuhan murid :

ü   Penayangan video bagi siswa yang suka melihat video berkaitan opini

ü   Poster/ gambar tentang opini bagi siswa yang suka melihat gambar berkaitan opini

ü   Flowcart – ringkasan materi terkait opini.

 

D.      Langkah-Langkah Pembelajaran

1.       Kegiatan pendahuluan

-       Peserta didik dan Guru memulai dengan berdoa bersama.(Penerapan profil pelajar Pancasila: bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa)

-       Peserta didik disapa dan melakukan pemeriksaan kehadiran bersama dengan guru.

-       Peserta didik diberikan penjelasan mengenai materi hari ini adalah memberi dan meminta pendapat/ opini dengan demikian wajib dikuasai.

-       Peserta didik diminta untuk fokus dan menyiapkan catatan apabila dibutuhkan.

-       Peserta didik dan guru berdiskusi melalui pertanyaan pemantik: (KSE-Keterampilan berelasi)

o   Apakah kamu ketahui tentang Opini atau pendapat?

o   Kepada siapa saja biaanya kita meminta pendapat atau memberikan pendapat kita?

o   Hal apa saja yang biasanya kitameminta pendapat dan memberi pendapat?

o   Unsur apa saja yang kamu temukan dalam memberi dan meminta pendapat?

 

2.       Kegiatan inti

-     Peserta didik mendapatkan pemaparan secara umum tentang contoh opini (disini guru memberikan contoh-contoh kata tentang opinion dengan cara menayangkan percakapan lewat media youtube. Link youtube : https://www.youtube.com/watch?v=SD0HHFJdwfo , (diferensiasi konten)

-       Dengan metode ini guru memberikan pertanyaan mengenai:

o   Definisi opini

o   Contoh kata-kata dalam meminta dan memberi opini (diferensiasi proses)

-    Sebelum melanjutkan teknik STOP sejenak ke proses pembelajaran berikutnya  guru mengajak siswa mempraktekannya

-      Siswa melakukan teknik STOP (rileks) dipandu guru.

-    Sebagai ice breaking dilakukan tebak-tebakan emosi (disajikan gambar di slide kemudian siswa menebak emosi pada gambar) (KSE Kesadaran diri)

Kemudian diberikan 2 gambar emosi (senang dan sedih), siswa memberikan opini berupa solusi yang dapat dilakukannya jikatemannya mengalami 2 emosi pada gambar. (KSE  Kesadaran Sosial)

-   Dari jawaban yang diberikan oleh peserta didik, guru memetakan berkaitan dengan kebutuhan murid.  dari pemetaan tersebut guru membagi beberapa murid menjadi beberapa kriteria. Kriteria 1 = untuk murid yang belum memahami tentang opini/pendapat, macam-macam kalimat opini. Kriteria 2 = murid yang sudah mengetahui tentang opini, tapi belum bisa menjelaskan macam-macam kalimat opini, kriteria 3 : murid yang sudah mengetahui tentang opini dan juga bisa menjelaskan macam-macam kata dalam meminta opini.

-     Dari 3 kriteria diatas : untuk murid yang belum memahami tentang opini/pendapat, macam-macam kalimat opini, guru memberikan pendampingan serta memberikan bimbingan individual atau melakukan pembelajaran tutor sebaya dimana murid yang sudah bisa membantu temannya memahami hal yang belum bisa. (diferensiasi Proses, KSE Keterampilan berelasi)

-    Untuk murid yang sudah mengetahui tentang opini, tapi belum bisa menjelaskan macam-macam kalimat opini disini guru meminta teman yang bisa untuk memberikan contoh atau gambaran tentang macam-macam kalimat opini, bisa dengan cara melihat contoh-contoh opini yang ada di youtube. Selain itu guru juga melakukan pendampingan. (Guru melaksanakan diferensiasi proses)

-       Bagi siswa yang telah mengetahui tentang opini dan juga bisa menjelaskan macam-macam kata dalam meminta opini. Bisa membuat dan menuliskan kalimat yang menggambarkan macam-macam opini. Kalimat tersebut bisa diambil dari berbagai macam sumber belajar. (proses diferensiasi konten)

-       Peserta didik diminta untuk mempresentasikan hasil tulisan yang telah dibuat secara mandiri.

-       Peserta didik lain diminta mengamati personal higiene kawannya (format pengamatan terlampir) (KSE-Kesadaran Sosial)

3.       Kegiatan penutup

-     Guru membimbing siswa membuat kesimpulan pembelajaran yang telah dipelajari.

Refleksi

o    Apakah ada kendala pada kegiatan pembelajaran?

o    Apakah semua siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran?

o    Apa saja kesulitan siswa yang dapat diidentifikasi pada kegiatan pembelajaran?

o    Apakah siswa yang memiliki kesulitan ketika berkegiatan dapat teratasi dengan baik?

o    Apa level pencapaian rata-rata siswa dalam kegiatan pembelajaran ini?

o    Apakah seluruh siswa dapat dianggap tuntas dalam pelaksanaan pembelajaran?

o    Apa strategi agar seluruh siswa dapat menuntaskan kompetensi 

E.      Asesmen

   1.   Assassmen kognitif

1. Elsa : What do you think about the new rules of school’s hours? 

                      I really don’t like the ideas that I should wake up earlier than before?

    Eko : I don’t know what to think about it. I’m still confused with the announcement.

    From the dialogue, we know that....

    A. Elsa likes the new rules

    B. Elsa doesn’t understand the announcement

    C. Eko is against the new rules

    D. Eko has no opinion on the new rules

2.  The dialogue above uses the expression of….

    A.    Suggestion         C.   Opinion

    B.    Invitation         D.   Confirmation

3.  Where does the dialogue take place?

    A.    In a zoo C.   In the classroom

    B.    In a restaurant D.   In a movie

4.   Teacher :   What are your opinions on bullying?

       Mamat :   …… it’s bad because it makes people feel badly about themselves and that 

                          shouldn’t happen.

       Icha      :  I think bullying is a harrowing epidemic, and it needs to be stopped.

           Suitable expression to complete the dialogue is….

    A.    I don’t mind                 C.    I suppose

    B.    Can you help me D.   I’m so sorry

5.   Which of the following is TRUE according to the dialogue?

    A.    Both students supporting bullying         C.   Icha is strongly reject bullying

    B.    Bullying is the name of a disease D.   Being bullied brings good to people

6. These are the effect of bullying, except….

    A.    Lack of self confident C.   Nice attitude

    B.    Felling inferior D.   No respect

7.  Nino : ........?

     Syifa    :   Based on my opinion it is an excellent film.

     A.    How about watching a movie         C.   Don’t you think I am beautiful?

     B.    What do you think of this film         D.   How do you feel about him

8.  Liana    :   Film of Kartini it’s so inspiring. And what do you think about the inspiring film of 

                            Kartini?

    Bram     : I think…

    A. Thank you, Kartini C. I can’t hear you call Kartini

    B. You forget Kartini’s day D. I love Kartini’s film its so inspiring me

9.  Wanda :  I think our city is saved from the virus, so we can go around.

    Ellisa         :   But I don’t think so,……. Our city is not saved. We must stay at home at least in lock                     down time.

    A.  In my opinion C. See you next time

    B.  She forgets it D. You know it

10.    Drue : May I know what do you think of my short story?

        Julia : It’s a good story, but I suggest changing the title with an interesting title.

        Drue : Nice opinion. Thanks, Julia.

        Julia : Anytime, Drue!

    From the dialogue above between Julia and Drue, Julia is……

    A.    Giving order C. Asking for attention 

    B.    Asking for an opinion         D. Giving an opinion 


Pedoman penilaian :

Skor Akhir = Jumlah jawaban benar x 10 

Kunci jawaban :

1. D

2. C

3. C

4. C

5. C

6. C

7. B

8. D

9. A

10. D

2.    Asesmen Non Kognitif

       Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pemuda Pancasila)

       Beri tanda checklist (V) pada kolom yang sesuai dengan perilaku siswa dalam kerja kelompok selama proses pembelajaran berlangsung


No.

Aspek yang diobservasi

Hasil Pengamatan

1

2

3

4

1

Mandiri

·       Mampu mengerjakan tugas individu yg diberikan

·       Membawa kebutuhan belajar sendiri

·       Tidak banyak bertanya pada teman saat mengerjakan tugas

 

 

 

 

2

Bernalar Kritis

·       Mampu memahami dan menganalis masalah

·       Mampu mengajukan dan menjawab pertanyaan

·       Mampu memutuskan masalah

 

 

 

 

 

3

Kreatif

·       Kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan, ide, jawaban.

·       Mampu mengubah pola pikir melihat masalah dari perspektif berbeda.

·       Kemampuan untuk mengembangkan, memperbaiki, memperhalus, menyempurnakan, menerapkan ide sehingga menjadi lebih baik dan menarik dibandingkan sebelumnya.

 

 

 

 

Jumlah

 

 

 

 

Total

 

 

 

 

Nilai Akhir (Total/3)

 

 

 

 

Kualifikasi Nilai Akhir (NA) Penilaian Sikap

Skor

Kualifikasi

1,00 – 1,99

Sikap Kurang (K)

2,00 – 2,99

Sikap Cukup (C)

3,00 – 3,99

Sikap Baik (B)

4,00

Sikap Sangat Baik (SB)

F.      Pengayaan dan remidial

Pengayaan yang dilakukan adalah diberikan kepada siswa yang sudah menguasai materi ini dengan diberikan masalah yang tingkat kesulitannya lebih tinggi sedangkan remedial yang dilakukan adalah remedial teaching dengan tindakan hanya pada masalah yang belum dipahami siswa dengan menggunakan strategi scaffolding sehingga remidial teaching antara peserta didik yang satu dengan yang lain bisa jadi berbeda.


G.     Refleksi Guru

-            Apakah tujuan pembelajaran tercapai?

-            Apakah nampak siswa belajar secara aktif?

-            Apakah seluruh siswa mengikuti pelajaran dengan baik?

-            Apakah pembelajaran yang saya lakukan sudah sesuai dengan apa yang saya
rencanakan?

-            Hal-hal apa yang berjalan dengan baik?

-            Kegiatan pembelajaran akan lebih baik jika....

H.      Refleksi siswa

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan jujur

1.    Bagian mana yang menurutmu paling sulit dari pelajaran ini?

2.    Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil belajarmu?

3.    Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran ini?

4.    Jika kamu diminta untuk memberikan bintang 1 sampai 5, berapa bintang akan kamu
berikan pada usaha yang telah kamu lakukan?

I.         Lampiran

a.       Glosarium

EXPRESSION

I agree .... We believe ....

I reckon .... I doubt ....

I assume .... I don’t agree ....

I think .... As far as I am concerned ....

Some people believe .... Majority agree with....

I am afraid I have to disagree with you. It is not justified to say so

What I mean is .... In my humble opinion ....

In my opinion ... Personally, I think ....

In my experience .... I would like to point out that ....

Example:

I agree with what you say.

 

b.       Daftar pustaka

Ern, Emilia. 2012. Pendekatan Genre-Based dalam Pengajaran Bahasa Inggris: Petunjuk Untuk Guru, Bandung: Rizi Press, Indonesia

https://www.zenius.net/blog/asking-and-giving-opinions-thoughts

https://www.englishclub.com/vocabulary/fl-giving-opinions.htm

 

                                                                                                                        Ngawi, …. Juli 2022

                             Mengetahui,                                                                       Guru Mata pelajaran

                  Kepala SMK PGRI 1 Ngawi                                                               Bahasa Inggris

 

 

            Farid Samsul Hadi, S.Pd, M.Pd                                                   Aan Pujiyono Timorenti, S.Pd